Politeknik Negeri Malang Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat Membantu Anak Muda Menjadi Calon Wirausaha Lewat Usaha Pengecatan Sangkar Burung

Sebagian besar warga Desa Gedog Wetan Kecamatan Turen Kabupaten Malang banyak yang membuat usaha pembuatan sangkar burung berbagai model sebagai mata pencaharian sehari hari tak terkecuali di RW 12. Karena kebanyakan anak muda selesai sekolah SMA/SMK tidak lagi melanjutkan kejenjang perguruan tinggi. Kebanyakan anak muda didaerah tersebut menekuni usaha pembuatan sangkar burung, selain pembuatan ada juga usaha penjualan sangkar burung kedaerah lain/propinsi lain diseluruh Indonesia serta usaha pembuatan motif cat untuk mempercantik sangkar burung. Usaha ini  tidak luput dari peran anak muda yang mempunyai inovasi untuk mengembangkan usaha sangkar burung menjadi lebih baik yang banyak diminati banyak orang.  Dalam usaha pembuatan sangkar burung sudah banyak yang melakukannya, hampir 25% dari warga desa tersebut membuat usaha ini, karena modalnya hanya membeli peralatan serta membeli kayu yang akan digunakan dalam pembuatan sangkar burung. Disisi lain ada usaha penjualan sangkar burung yang dilakukan oleh tengkulak dengan mengirim sangkar kedaerah lain. Usaha penjualan ini memerlukan transportasi kendaraan yang tidak murah, hal ini hanya beberapa orang saja yang menekuni penjualan/pengiriman sangkar burung kedaerah lain.  Dan yang terakhir adalah pengecatan sangkar burung, dalam pembuatan motif warna pada sangkar burung ini yang masih jarang dilakukan oleh orang. Sedangkan jika dilihat dari harganya, sangkar yang belum dan sesudah dilakukan pengecatan perbedaan harga sangat berbeda jauh. Mengapa pengecatan sangkar tidak banyak dilakukan oleh orang karena pekerjaan pengecatan membutuhkan ketelitian dan hanya anak muda yang mempunyai skill yang mampu melakukannya. Sedangkan permintaan sangkar burung yang sudah dilakukan pengecatan sangat tinggi sekali dipasaran. Dengan melihat peluang usaha pengecatan tersebut kebanyakan dari anak muda tidak mempunyai skill/kompetensi dalam mengembangkan usaha lewat pengecatan sangkar burung. Hal inilah yang menjadikan kendala bagi generasi muda untuk tidak melirik peluang usaha pengecatan yang ada tersebut.  Melihat peluang tersebut Politeknik Negeri Malang jurusan Teknik mesin hadir melalui Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai oleh Ir. Agus Harijono, M.T serta dibantu oleh seluruh anggota diantaranya Suliono S.T., M.T, Rizki Priya Pratama, S.T., M.T., M.Sc, Ahmad hanif Firdaus, S.T., M.T., M.Sc, Nicky Suwandi widhi Supriyanto, S.Pd., M.T serta Rizkyansyah Alif Hidayatullah, S.T., M.T dan serta mahasiswa yang turut memberikan kontribusi dalam mengembangkan usaha pengecatan sangkar burung bagi anak muda didaerah tersebut.

Salah satu peserta pelatihan mengatakan bahwa usaha ini sebetulnya sangat menguntungkan daripada pembuatan sangkar burung, karena hanya bermodalkan kompresor kecil dan seperangkat pengecatan dan membeli beberapa sangkar burung untuk dilakukan pengecatan. Namun karena terkendala kompetensi yang dimiliki masih kurang maka Sebagian anak muda tidak untuk melakukannya. Berbeda dengan pembuatan sangkar dibutuhkan beberapa alat lengkap mulai dari mesin bor, mesin ketam kayu dan lain sebagainya. Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti pelatihan ini mulai dari pendempulan, pengamplasan, menghaluskan serat yang kasar serta pengecatan dasar dan pengecatan akhir. Perlu diketahui pelatihan ini dilakukan selama tiga hari dimulai tanggal 4 sampai 6 Juli 2025. Peserta pelatihan diajari cara pemilihan sangkar burung yang akan dicat, cara pendempulan pada komponen ynag rusak atau berlubang menggunakan dempul kayu serta pengamplasan pada bagian komponen sangkar serta pembersihan dari komponen sangkar dari kotoran amplas. Setelah proses dasar sudah selesai maka tahapan terakhir yaitu dilakukan proses finishing yaitu pengecatan pada keseluruhan body sangkar. Adapun sebelum pengecatan peserta diajarkan cara mencampur cat dengan thinner sesuai takaran sebelum dilakukan pencampuran untuk mengecat. Hal ini dilakukan agar hasil akhir dari pengecatan agar terlihat bagus dan halus sesuai harapan. Adapun pengecatan sangkar burung dilakukan pada tempat yang kering tidak berdebu serta dilakukan pengeringan dibawah Terik matahari. Jika cuaca dalam keadaan mendung maka pengecatan ditunda dulu karena cat akan meleleh jika tidak segera dilakukan pengeringan. Setelah semua proses pengecatan dan pengeringan sudah selesai maka proses akhir yaitu memasukkan sangkar burung kedalam plastic, hal ini dilakukan untuk menjaga sangkar burung tidak kotor oleh debu. Salah satu peserta yang bernama Arif mengatakan sangat bersyukur mendapatkan pelatihan seperti ini karena tidak semua orang bisa memberikan pelatihan gratis seperti ini. Hal senada juga dikatakan oleh rendi bahwa orang lain yang mempunyai usaha pengecatan juga tidak mau mengajari jika ada orang yang mau belajar. Hal ini dikarenakan bahwa semakin banyak orang yang membuka usaha pengecatan sangkar burung maka nilai jual sangkar menjadi lebih murah.